Selasa, 19 September 2017

Refleksi & Tindakan

Pada prinsipnya yang dimaksud refleksi adalah evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator atau partisipan yang terkait dengan suatu PTK yang dilakukan. Refleksi dalam PTK dilakukan pada saat memikirkan tindakan yang akan di lakukan, ketika tindakan sedang dilakukan dan setelah tindakan dilakukan. Ruang lingkup kegiatan refleksi sendiri bukan berada pada diri guru sendiri namun mencakup keseluruhan konteks pembelajaran yang dilakukan,  termasuk siswa dan lingkungannya.
Kegiatan refleksi mencakup kegiatan analisis, interpretasi dan evaluasi yang diperoleh dari kegiatan observasi. Data yang telah terkumpul dalam kegiatan observasi harus secepatnya dianalisa dan dinterpretasi sehingga dapat segera diketahui  tindakan tersebut terhadap pencapaian tujuan.  Interpretasi hasil observasi ini menjadi dasar untuk melakukan evaluasi sehingga dapat disusun langkah-langkah berikutnya dalam pelaksanaan tindakan.
Untuk lebih memperjelas  penjelasan refleksi berikut ini contoh yang dikutip dari karya Noeng Muhadjir (1996).
Seorang guru SD merasakan bahwa interaksi yang terjadi di dalam kelas lebih didominasi guru.Ia ingin mengubah kondisi ini dengan cara mencermati rancangan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa dengan menambah alat peraga dan dialog.Dari hasil pengkajian terhadap tindakan yang telah dilakukan, ternyata partisipasi yang lemah belum Nampak. Guru merancang lagi kegiatan pembelajaran berikutnya dengan memasukan kegiatan memberikan motivasi dan pujian kepada siswa yang lemah. Hasilnya cukup mengembirakan. Anak yang lemah menjadi semakin aktif dalam proses pembelajaran.
Dari kegiatan observasi diketahui diketahui bahwa pemberian motivasi dan pujian kepada siswa yang lemah menimbulkan masalah baru.Anak yang cerdas menjadi bosan karena guru banyak meladeni siswa yang lemah sehingga pelajaran berjalan dengan sangat lamban.Hal ini mendorong guru untuk melakukan refleksi untuk menganalisis dan mengevaluasi tindakan yang telah diambil. Akhirnya ia sampai kepada kesimpulan bahwa proses pembelajaran berikutnya harus diupayakan untuk melibatkan siswa yang cerdas. Tindakan yang ditempuh adalah meminta siswa yang cerdas membantu siswa yang lemah melalui kegiatan kerja kelompok.
Dalam proses pembelajaran ada anak yang cerdas cukup antusias membantu teman-temannya yang lemah, tetapi ada pula anak yang cerdas lainnya tidak nampak antusias. Ternyata terdapat lagi permasalahan.Anak cerdas yang antusias ternyata ada yang sabar, ada yang otoriter dan ada lagi yang bersifat egois.Ia kerjakan kelompoknya seorang diri tanpa mengikutsertakan temannya yang lain. Sementara itu, satu anak cerdas yang tidak antusias terlihat malas dan tidak mau membantu teman-temannya.
Pada kesempatan pembelajaran berikutnya. Guru menyisipkan penjelasan tentang pentingnya solidaritas antar warga masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan saling membantu. Yang pandai dimisalkan sebagai mata air yang diambil terus menerus tidak habis, melainkan mata air tersebut menjadi semakin besar dan semakin jernih. Anak yang pandai jika mau membantu yang lemah menyebabkan ia menjadi semakin cermat dan mantap pemahamannya terhadap materi yang dipelajari sehingga dia justru akan semakin pandai. Ketika kerja kelompok diadakan lagi, anak yang cerdas di kelas terbeut telah berubah sehingga kerja kelompok menjadi hidup dan berubah menjadi kompetensi antar kelompok.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Memiliki sumber daya manusia yang berlimpah dan sumber daya alam yang luar biasa. Tetapi sayang, Indonesia bukanlah negara maju (kaya) untuk saat ini, Indonesia belum mampu memberdayakan kekayaan yang berserak di tanah air. Bisa dianalogikan, kita adalah balita yang diberikan uang begitu banyak. Walau sangat berharga, toh kita belum bisa memanfaatkannya secara optimal.


Perbedaannya adalah pada SIKAP/PERILAKU masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalu KEBUDAYAAN DAN PENDIDIKAN

Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut..
1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan
2. Kejujuran dan integritas
3. Bertanggung jawab
4. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
5. Hormat pada hak orang/warga lain
6. Cinta pada pekerjaan
7. Berusaha keras untuk menabung dan investasi
8. Mau bekerja keras
9. TEPAT WAKTU

Di negara miskin dan berkembang, HANYA sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prisip dasar kehidupan tersebut.
Kita bukan miskin karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita. 
Kita terbelakan/miskin/lemah karena prilaku kita yang kurang/tidak baik akibat pendidikan yang kurang dan budaya yang terkikis menghilang.
Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi dan negara.

Terus sampai kapankah kita akan mempertahankan kondisi ini???

Jangan pernah mencoba meminta perubahan terhadap orang lain, jika kita belum berniat melakuaknnya.

Untuk itu, Lakukan lah perubahan yang dimulai dari DIRI KITA SENDIRI, dimulai dari HAL YANG KECIL dan lakukan MULAI SAAT INI JUGA...!!!!!

Senin, 25 Mei 2015

Bisnis Event Organizer – Meraih Keuntungan dari Kemeriahan

Di kota-kota besar semakin menjamur para pebisnis-pebisnis Event Organizer. Bagi yang belum tahu, Event Organizer adalah penyedia jasa profesional penyelenggara acara dan populer disebut dengan singkatan EO. Tujuan dari sebuah Event Organizer tentu saja adalah untuk membantu kliennya agar bisa menyelenggarakan acara yang diinginkan tanpa harus menjalankan sendiri.
Hal ini tentu karena pihak penyelenggara memiliki keterbatasan sumber daya serta waktu sehingga mereka harus menggunakan jasa EO. Tetapi saat ini kebanyakan klien beralasan bahwa dengan menggunakan jasa EO profesional hasilnya lebih bagus dibandingkan bila dikerjakan sendiri. Mungkin Anda tertarik dengan dunia Event Organizer? Bisnis ini sepenuhnya menguntungkan bila dikerjakan dengan serius dan memiliki inovasi yang membuat orang tertarik.

Jenis Event Organizer

Sebelum Anda membuka jasa penyelenggara acara sebaiknya Anda harus mengetahui berbagai jenis Event Organizer. Jasa EO umumnya dikategorikan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah:
  • EO One Stop Service Agency: ini adalaha jasa EO skala besar yang layak menyelenggarakan acara kelas internasional.
  • EO musik dan entertainment: EO jenis ini lebih banyak bergerak dibidang hiburan, terutama adalah musik seperti konser dan kegiatan entertainment lainnya.
  • EO Wedding: EO ini cukup banyak dan tersebar dibanyak tempat, tugasnya adalah membantu acara pesta pernikahan lebih menarik dan lebih sistematis. Sekain acara pernikahan, EO semacam ini juga bisa membantu menyelenggarakan pesat ulang tahun.
  • EO Brand Activation: EO ini biasanya memiliki jasa yang lebih spesifik, yakni membantu client guna mempromosikan sebuah produk dalam rangka peningkatan penjualan atau bisa juga untuk kegiatan promosi pengenalan merek. EO ini umumnya lebih sering berinteraksi langsung ke target marketnya.
  • EO MICE: EO ini umumnya hanya khusus bergerak pada bidang penyelenggaraan acara berbentuk pertemuan, acara formal dan kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata.
Bagi Anda yang masih pemula, mungkin membuka jasa EO Wedding atau EO Musik dan Entertainment cukup pas. EO ini lebih umum dan tidak membutuhkan banyak sekali crew, yang terpenting adalah ide, inovasi dan memiliki fasilitas-fasilitan pendukung. Pada intinya, reputasi bagus sebuah jasa Event Organizer dilihat dari kesuksesan event atau acara yang dibuat. Jika EO Anda banyak meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan sebuah acara maka akan semakin dipercaya oleh klien guna menangani berbagai acara lainnya.
Berikut ini adalah beberapa tips jitu dalam menjalankan bisnis Event Organizer:

1. Miliki Pengalaman

Pengalaman sepertinya menjadi hal penting untuk menjalankan bisnis Event Organizer. Jadi pada umumnya orang-orang pemilik jasa EO kebanyakan dahulu pernah bekerja pada perusahaan EO. Berbekal pengalaman tersebutlah dipastikan Anda akan dapat mengetahui tata cara, prosedur mengelola suatu kegiatan, mulai dari masalah penyusunan proposal hingga eksekusi di lapangan. Kami harus mengatakan bahwa sulit menjalankan bisnis ini tanpa pengalaman.

2. Miliki Ide Kreatif dan Inovasi

Tentu klien tidak menginginkan acaranya berjalan biasa-biasa saja. Untuk itulah mereka menyewa jasa EO. Sebuah kewajiban sebuah EO adalah memiliki ide-ide kreatif dan memiliki inovasi yang benar-benar menghadirkan daya tarik. Sebagai contoh salah satu ide kreatif EO Wedding adalah mengadakan kegiatan-kegiatan menarik seperti pemotongan roti besar, melempar bunga, kiss wedding dan ide-idel lain. Jika Anda memililki ide yang lebih banyak, tentu bisa dia aplikasikan pada acara.

3. Miliki Banyak Relasi

Sebuah perusahaan EO biasanya memiliki banyak relasi seperti perusahaan, sekolah, maupun intstansi lain. Dengan semakin banyaknya relasi memungkinkan semakin banyak yang menggunakan jasa EO Anda. Jangan canggung untuk bergaul dengan orang-orang kaya, karena pada umumnya pengguna jasa EO adalah kalangan menengah keatas.

4. Miliki Mitra Kerja

Event Organizer bisa dikatakan adalah tim yang mengerjakan segalanya dalam acara. Perlu banyak crew dan perlu banyak memiliki mitra kerja. Anda harus bekerja sama dengan ahli dan pemilik sound system, tata lampu, penggung atau scafholding serta konstruksi rigging, perlengkapan meja, kursi, partisi, karpet, fotografer, videografer, alat musik, desainer grafis, penampil acara, MC dan lain sebagainya. Pastikan mitra kerja Anda memiliki kualitas SDM dan peralatan bagus karena akan berpengaruh pada reputasi jasa EO Anda.

5. Miliki Tim Solid

Memiliki crew banyak tidak menjamin acara berhasil dan sukses. Tetapi memiliki crew banyak, tapi solid dan professional sudah tentu akan sukses. Setiap crew harus mendapat job description masing-masing, kemudian juga harus melaporkan progresnya masing-masing. Ingat bahwa sukses atau tidaknya sebuah acara atau event sangat bergantung sekali dengan kesiapan, koordinasi maupun kerjasama antar teamwork.

6. Pemasaran Online

Strategi marketing yang harus Anda jalankan adalah melalui internet, memanfaatkan website resmi agar lebih bonafit. Selain itu juga bisa melalui media sosial.